Jasa Sedot WC Bandung

Tabu/Pamali Atau Larangan Orang Sunda Jaman Dahulu

Posted by Simawar Enterprise on

Assalamu’alaikum Warrohmatuloh Wabarokatuh
Banyak hal yang dilarang (Tabu/Pamali) dalam budaya orang sunda jaman dahulu,baik dalam ucapan ataupun perilaku kegiatan sehari-hari yang semuanya sudah menjadi budaya sosial masyarakat sunda dan Jawa Barat pada umumnya.

Yang semuanya sebenarnya tidak terlepas dari budaya orang sunda antara lain :
- Tarapti (tertib)
- Siloka (meminjam kata atau bahasa lain agar tidak menyinggung perasaan orang lain).
- Ramah Tamah Someah Hade Kasemah (sopan santun dan ramah pada tamu).
- Teu Adigung Adiguna Luhur Kuta Gede Dunya (tidak sok/sombong/angkuh atau pamer).
- Handap Asor (merendah tidak ingin menonjolkan diri).

Dan masih banyak sifat atau karakter asli orang sunda meskipun tidak terlepas dari sifat bertindak keras dan tegas namun tetap penuh dengan pertimbangan dan perhitungan apapun resikonya (Nista,Maja,Utama),silahkan  baca pula Budaya Sunda yang lain seperti :

- Lagu Kawih Kaulinan Barudak Sunda Jaman Baheula


Namun dari beberapa yang dilarang/tabu (Pamali) orang Sunda jaman dahulu ada beberapa yang masih dilakukan atau dipercayai dan hal ini sekarang tergantung kepercayaan kita masing-masing meskipun sebenarnya secara nalar logika (diluar kontek mitos) bisa dibuktikan bahwa perkataan tersebut (pamali) sebenarnya untuk tujuan menghormati orang lain atau menghindari kecelakaan tersayat/terpotong atau terpukul karena jaman dahulu belum ada penerangan listrik seperti :

- Ulah tatalu ti peuting > Suka banyak tikus.
Memukul-mukul sesuatu pada malam hari,seperti pasang paku pakai palu
Logika : Malam hari selain gelap juga dikhawatirkan orang lain sedang tidur.

- Ulah neukteukan kuku ti peuting > ? (ada yang tahu share disini)
Jangan memotong kuku pada malam hari
Logika : Dikhawatirkan teriris/terpotong bagian lain kuku jadi kenapa tidak dilakukan di siang hari saja.

Dan masih banyak lagi yang lainnya yang semuanya punya makna penuh dengan kehati-hatian,ke-waspada-an,saling hormat menghormati,segala sesuatu penuh persiapan,melakukan segala sesuatu sesuai waktu dan tempatnya jadi kesimpulannya tidak ada salahnya kalau kita saat ini melakukannya ,seperti :

- Ulah meuli uyah ti peuting > ? (ada yang tahu share disini).
Membeli garam pada malam hari.

- Ulah meuli cengek ti peuting > ? (ada yang tahu share disini).
Membeli cengek pada malam hari.
Logika : Kedua hal di atas adalah merupakan bagian kebutuhan hidup sehari-hari jadi harus selalu tersedia.

- Ulah ngaheot ti peuting > Suka ada yang mengikuti..ich cakut..cakut
Jangan bersiul pada malam hari
Logika : Sebenarnya bersiul selain menandakan kita sedang senang/ceria akan tetapi ada makna kesombongan,angkuh meskipun dilakukan pada siang hari apalagi dekat orang yang usianya di atas kita.

- Silisiaran ti peuting > Suka dideketin mahluk alam lain
Mencari kutu rambut malam hari.
Logika : Selain makna syiar islam atau lebih baik mengerjakan yang lebih bermanfaat juga karena malam hari gelap,lebih baik tidur.

- Meuli barang seukeut ti peuting > ? (Yang tahu share disini)
Membeli barang tajam pada malam hari,seperti pisau,silet.
Logika : Kemungkinan penyalahgunaan barang untuk hal negative.

- Ulah niup suling ti peuting > Mendatangkan Harimau gaib
Jangan meniup suling pada malam hari.
Logika : Makna syiar Islam,lebih baik membaca Al Qur’an atau tidur saja.

- Ulah kaluar imah sareupna > Bisi ku sanekala
Jangan keluar rumah menjelang malam.
Logika : makna syiar Islam,karena biasanya menjelang maghrib semua pergi ke Masjid untuk belajar baca tulis Al Qur’an kemudian sholat berjamaah.
Yang ini sekarang sedang digalakan oleh pemerintah dan kita harus mendukungnya.

- Ulah mawa budak leutik kaluar imah ti peuting > Suka dideketin mahluk halus
Jangan bawa anak balita keluar rumah malam hari
Logika : Udara malam sensitive untuk anak terutama balita.

- Ulah cicing di lawang panto > Terhalangnya jodoh
Jangan diam di muka pintu.
Logika : Selain menghalangi orang lain keluar masuk ruangan juga kenapa tidak duduk saja di kursi atau diluar saja.

- Ulah muka paisan > Suka melakukan hubungan suami diluar nikah (laki-laki)
Jangan membuka bungkus pepes.
Logika : Pepes ikan atau pepes apapun mayoritas suka,dan lebih baik di buka oleh wanita yang biasanya bisa membagikannya secara adil dan biasanya laki-laki satu pepesan bisa habis…he he he.

Untuk hal tabu/pamali dibawah ini mari kita cermati dengan seksama karena perbedaan sangat mencolok antara jaman dahulu dan jaman sekarang terutama untuk orang sunda yang biasanya SILA untuk laki-laki dan EMOK untuk perempuan,apalagi dihubungkan dengan munculnya berbagai macam penyakit saat ini,apakah mungkin ada hubungannya dengan cara kita makan?,karena kalau ditinjau dari segi higienis makanan saat ini pasti lebih maju selain didukung peraturan juga teknologi baik alat maupun cara menyajikannya.

Dan pasti saat ini kita sudah terbiasa membahas suatu masalah di meja makan baik masalah kantor maupun urusan keluarga atau standing party,padahal kita pahami bersama sesuai ajaran Islam bahwa untuk minum saja tidak boleh sambil berdiri dan harus mempergunakan tangan kanan,juga apakah ada hubungannya pula dengan keharusan kita import beras padahal kita berada di Negara Agraris ?.

Wah..terlalu jauh ya? Tapi semuanya terserah kita believe OR not,dan inilah tabu/pamali dalam urusan makan,diantaranya :

- Ulah dahar bari di tanggeuy > Menghormati Dewi padi
Jangan makan dengan piring di tangan.
Logika : Dikhawatirkan tumpah.

- Ulah dahar bari ngobrol > Menghormati Dewi Padi
Jangan makan sambil ngobrol.
Logika : Dikhawatirkan tersedak.

- Ulah Ngaremeh > Menghormati Dewi padi.
Jangan menyisakan nasi di piring sebutir-pun.
Logika : Belajar hidup sehat dan bersih,beryukur karena kita masih bisa makan.

- Ulah dahar bari ceceplak > ? (yang tahu share saja).
Jangan makan dengan lidah bersuara.
Logika : Mebuat jijik teman makan disekitar kita.

- Ulah dahar dina coet > Suka mendapatkan jodoh yang lebih tua (kakek-kakek atau nenek-nenek)
Jangan makan beralaskan cobekan.
Logika : Cobekan biasanya terbuat dari batu dikhawatirkan kerikilnya termakan.

Itulah tabu/pamali yang ada di lingkungan masyarakat orang sunda jaman dahulu yang saya ketahui yang mungkin masih banyak dan sampai saat ini meng-akar kuat dalam kehidupan masyarakat yang kukuh dan keukeuh memegang Budaya Tatali Karuhun.

Dalam hal ini terlepas dari masalah mitos,semuanya tersirat makna yang begitu tinggi keluhuran Budaya masyarakat orang Sunda yang menjunjung tinggi keharmonisan hubungan dengan alam,antara sesama manusia terutama dengan Allah SWT.

Demikian semoga bermanfaat dan mohon koreksi bila ada yang salah,lengkapi bila ada yang kurang karena semua hal di atas adalah pengetahuan terbatas penulis saja,terimakasih.
Wassalamu’alaikum Warrohmatuloh Wabarokatuh.

Previous
« Prev Post

Related Posts

13.37.00