Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Lebih Dalam Professional Mixer Audio Console

Assaalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Cara setting mixer audio
Bagi yang berkecimpung dalam hobby audio terutama dalam dunia Sound System tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya Mixer Audio Console atau sering disebut Mixer saja. Baik Mixer Audio Console Analog maupun Mixer Audio Console Digital.

Beragam type/jenis dan merek Mixer Audio banyak yang bisa kita pilih disesuaikan dengan kebutuhan baik untuk rumahan ataupun kebutuhan studio dan lapangan ( Professional Mixer Audio Console).

Meskipun pada dasarnya sama saja Mixer Audio Console adalah alat untuk mencampur dan mengolah lebih dari satu signal masukan audio (Input) menjadi satu atau lebih keluaran (Output) yang sudah dipadukan sehingga indah dan enak didengar.

Hal yang perlu diketahui sebelum mengoperasikannya diantaranya adalah sebelum alat tersebut dipergunakan sebaiknya posisi tombol tegangan listrik dan Phantom Power +48v dalam keadaan mati. Termasuk semua tombol slider input/output harus posisi minimun untuk menghindari kerusakan jika terjadi kesalahan dalam pemasangan.

1. Input
Input biasanya terbagi tiga yaitu Mic, Line In dan Insert
- Mic
Berupa Konektor Canon XLR Female atau Connector Balance yang dipergunakan untuk masukan mikrofon atau alat musik elektrik yang sudah melalui DI Box (Direct Injection/Direct Interface).

Standar sambungan konektor balance
- Pin 1 untuk Ground (Serabut/Shield)
- Pin 2 untuk Positif (Hot-Signal)
- Pin 3 untuk Negatif (Cold-Signal)

- Line In
Line menggunakan jack TRS stereo female 6,35 mm atau sering juga disebut Jack Akai stereo 1/4 inchi. Digunakan untuk input yang sudah memiliki penguatan sinyal seperti Keyboard, media pemutar musik atau semua alat musik elektrik.

Ada juga Mixer Audio yang menggunakan input Mic XLR female disatukan dengan Line In jack female TRS/ jack female Akai stereo dengan jenis Combo Jack. Dan jika terpaksa menggunakan input Mic XLR untuk alat yang seharusnya masuk input Line In yang memiliki level tinggi gunakan tombol PAD jika ada pada fitur Mixer Audionya untuk mengurangi level masukannya (PAD dijelaskan di bawah).

- Insert I/O
Masukan input/output dan jenis konektor biasanya jack TRS female stereo 6,35 mm atau jack Akai stereo 1/4 inchi. Dipergunakan jika ingin menambahkan prosessor lain dengan memutus prossesor internal di channel Mic yang diinginkan bisa dengan Effect Reverb, Compressor, Limiter dll.

Untuk mengaktifkannya biasanya dikontrol tombol berupa saklar dan fitur +48V diperlukan jika menggunakan microphone kondenser yang dipasang di input MIC/Balance. Untuk menghindari kerusakan jangan aktifkan tombol ini jika kurang memahami spesifikasi mixer console. Terutama jika instalasi/pengawatan mikrofon tidak standar (Kadang ada jack mikrofone/XLR male dijumper antara no. 1 shield/ground dengan no.3 negatif).

3. Gain
Biasanya berupa knob merupakan pintu masuk utama dari semua input dan pada awal setting posisikan dengan nilai 0db/minimal, kemudian naikan Fadder Volume Channel ke posisi 0 lihat indikator Peak Level, tambah Gain jika diperlukan. Gain akan menentukan sensitifitas audio setiap input yang akan diproses oleh mixer untuk menghasilkan output terbaiknya.

4. Low Cut atau HPF
Di Mixer Audio ada yang tertulis Low Cut dan ada juga dengan HPF atau High Pass Filter, yang fungsinya sama yaitu tombol untuk memangkas nada rendah sampai fekuensi 80 Hz atau ada juga yang 100 Hz.

5. PAD
Salah satu fitur yang hampir mirip dengan tombol Low Cut atau HPL, tapi tombol PAD ini difungsikan hanya untuk mengurangi/menurunkan level input dengan satuan desibel jika terjadi overtone/peak yang tidak bisa diantisipasi oleh Gain.

6. Compressor (Comp)
Fungsinya untuk stabilisasi output audio, biasanya nilainya sudah ditentukan otomatis (Threshold, Ratio, Output Gain, Attack dan Release) sesuai spesifikasi Mixer Audionya. Gunakan jika diperlukan dan dengarkan perubahannya dengan menggunakan tombol PFL (dijelaskan di bawah)

7. Equalizer
Standar equaliser biasanya High/HF, Middle/MF dan Low/LF dengan masing-masing satu buah knob, namun nilai pengaturan frekuensi kadang berbeda disetiap merek Mixer Audio.

- High/ HF (High Frequency)
High/HF ada yang mengatur di 12Khz dengan pengurangan -15 dan penambahan +15 dan ada juga yang mengatur di frekuensi 10Khz.

- Middle/MF (Medium Frequency )
Pengaturan nada tengah ini ada yang menggunakan satu buah knob dengan mengatur frekuensi 2,5 Khz dengan level  pengurangan -15 dan penguatan +15. Tapi ada juga dengan dua buah knob yang salah satunya difungsikan untuk menentukan nilai frekuensi dan satu lagi untuk pengurangan dan penguatan frekuensi yang dipilih.

Untuk penguatan dan pengurangan Middle/MF hampir semua Mixer Audio mencantumkan nilai level -15 dan +15. Kecuali untuk frekuensi ada yang mengatur di 100Hz-8Khz, 120Hz- 4Khz, 250Hz-5Khz atau ada juga yang mengatur frekuensi 150Hz sampai dengan 3,5Kz.

-Low/LF (Low Frequency)
Untuk mengatur frekuensi nada rendah ada yang mengatur di 80 Hz atau 100 Hz dengan pengurangan dan penguatan tingkat level 15

8.  AUX (Auxiliary)
Beragam penempatan, jumlah dan fungsi AUX ini tergantung type dan merek Mixer Audio Console, seperti ada knob Aux yang terpasang ditiap channel Mic yang bisa dipungsikan untuk mengatur penguatan level Speaker Monitor, level sinyal effect tiap-tiap channel dll .

Atau AUX Send yang bisa digunakan penambahan prosessor eksternal seperti Effect Reverb, atau AUX Send to Master dengan kontrol knob khusus tergantung jumlah AUX yang terpasang baik mono maupun stereo.

9. PAN (Panning)
PAN atau dengan nama Panpot karena secara umum mungkin selalu menggunakan potensio, sering juga disebut knob balance, yaitu untuk menyeimbangkan output audio kiri dan kanan.

10. MUTE
Hampir setiap Mixer Audio selalu menggunakan tombol tekan ini (Switch) yang terpasang disetiap channel dengan indikator nyala jika difungsikan, yang berpungsi untuk memutus/jeda saluran channel tersebut. 

11. LED Indikator CLIP
Sebagai tanda terlalu tingginya penguatan yang masuk (Peak/Overload), bisa disebabkan dari kelebihan pengaturan knob Gain atau level Fader channel. Usahakan indikator ini jangan sampai menyala tapi tetap output menghasilkan headroom audio terbaiknya.

Tombol ini dengan menggunakan headphone bisa dipergunakan untuk analisa headroom output audio per channel speaker monitor tanpa pengaruh penguatan Fadder dan Panning kecuali oleh Gain, juga bisa melihat level indikator meteringnya.

Pada Mixer Audio tertentu ada yang mencantumkan SOLO atau PFL. Untuk yang mencantumkan SOLO perlu diperiksa kemungkinan tombol ini berfungsi setelah Fader atau AFL (After Fadder Listen), yang sudah dipengaruhi penguatan Faddder.

Jumlah Sub Group ada yang 2, 4, 8 dst dengan Fadder tersendiri, berfungsi untuk pengelompokan sinyal output masing-masing channel. Contoh jika menggunakan 4 Sub Group biasanya tertulis di tombol 1-2 dan 2-4, maksudnya ingin dimasukan group berapa channel tersebut. Cara ini memudahkan dalam pengontrolan dan tuning  jika diperlukan. 

14. MAIN/ST
Tekan tombol ini untuk menyalurkan sinyal masukan ke master mixer yang dikontrol oleh Fadder Main Mix/LR Mix/Main LR

Masih banyak yang perlu dibahas untuk mengenali fitur lainnya, mudah-mudahan bisa dibuatkan video tutorialnya. Sekian dulu semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh