Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penca Silat Dulu Yang Kita Perlu Tahu

Assalamu’alaikum warrohmatulloh Wabarokatuh

Sejarah Pencak Silat
Program Gerakan Maghrib Mengaji yang yang pernah dicanangkan salah satu Menteri Agama Republik tercinta ini, seakan mengingatkan penulis semasa kecil dulu. Kenangan indah yang tidak bisa dilupakan.

Dimana setiap sore menjelang Maghrib anak-anak ramai pergi ke Tajug, dengan berbekal satu buku. Yang kini dikenal dengan buku cara belajar Al Qur'an metoda Baghdadiyah, yang kadang sudah kusut karena dilipat. Pada saat itu penulis belum mengenal Surau, Mushala atau Masjid.

Apa hubungannya Pencak Sila dengan Gerakan Maghrib Mengaji?. Inilah yang menarik sehingga artikel sederhana ini dibuat. Karena pengalaman penulis pada masa itu setelah Ba’da solat Isya dan belajar mengaji, anak-anak langsung latihan Penca Silat.

Jadi dulu di Kampungku latihan Penca Silat yang sekarang dikenal dengan Olah Raga Pencak Silat atau Seni Bela Diri Pencak Silat dilaksanakan setelah anak-anak pulang mengaji.

Lihat juga:

Ini mungkin sebagai upaya orang tua kita dalam mendidik anak-anaknya dengan tidak melupakan pendidikan Agama (Ahlak-Adab). Karena selain unsur seni yang terkandung dalam Penca Silat juga untuk menghindari penyalahgunaannya.

Meskipun dulu belajarnya hanya diterangi obor atau lampu cempor saja (Lampu terbuat dari kaleng bekas dengan bahan bakar minyak tanah dan sumbu kompor).

Atau kadang-kadang menggunakan lampu semprong dan petromak. Bahkan sengaja mencari tempat gelap agar tidak diketahui orang lain (Nyingkur/Malipir-Sembunyi).

Alhamdulillah, Pencak Silat kini semakin berkembang dengan banyak berdiri tempat latihan (Padepokan/Paguron) juga meningkatnya antusias belajar Silat dari berbagai kalangan usia, dan munculnya para musisi muda (Nayaga).

Pernikahan anda ingin seperti ini:

Semuanya mudah-mudahan berimbas kepada peningkatan ekonomi masyarakat, baik untuk para pemain musiknya (Nayaga), pengrajin alat (Waditra) atau semua yang terlibat di dalamnya.

Hal lain mengenai penulisan dan penyebutan Pencak Silat. Sepengatahuan penulis atau mungkin sebagain besar masyarakat Tanah Sunda, dulu dikenal dengan Penca Silat atau Kendang Penca, tanpa huruf K dan G. Atau dengan sebutan Silat atau Penca saja.

Semoga Penca Silat sebagai Seni Budaya Asli Indonesia semakin dicintai dan berkembang. Dan semakin diminati semua kalangan dengan kreatifitasnya masing-masing dan menjunjung tinggi keluhuran Budaya yang beradab (Solat-Silat-Silaturahmi) terima kasih.

Wassalamu'alaikum Warrohmatuloh Wabarokatuh.