Tips Memilih Kesenian Upacara Adat Pernikahan Sunda

Posted by Simawar Enterprise on

Assalamu’alaikum Warrohmatuloh Wabarokatuh

Mapag panganten
Banyak sekali kelompok kesenian upacara adat sunda yang berkembang saat ini, terutama di Bandung sebagai pusat kesenian Sunda yang ditandai dengan adanya sekolah dan perguruan tinggi seni.

Beragam jenis upacara adat sunda, atau yang menamakan diri Group Upacara Adat Sunda dengan keragaman dan kreatifitasnya masing-masing (Kamotékaran).

Kreatifitas (Motékar) merupakan hasil pemikiran para pelaku seni yang dipadukan dengan perkembangan jaman, guna menumbuhkan daya saing di masyararakat Sunda khususnya (Ngigelan Jaman).

Sebagai contoh yang penulis ketahui dalam upacara adat Sunda Mapag Pangantén, dulu tidak dikenal yang namanya figur Ambu, tapi hanya Ki Léngsér saja sebagai tokoh utama dalam kesenian ini.

Dan fakta di lapangan ternyata masih banyak yang menginginkan upacara adat sunda mapag panganten dengan tohoh sentral Ki Léngsér saja (Tradisi), tapi ada juga yang meminta ditambahkan figur Ambu. Disini jelas bagi penyedia jasa harus bisa melayani semuanya.

Baca juga: Contoh Album Magazine, Kolase Pernikahan

1. Upacara adat pernikahan sunda lengkap
Upacara adat ini mempergunakan seperangkat alat musik (Gamelan) dan musisi (Nayaga) lengkap seperti Gendang, Gong, Saron, Bonang, Rebab, kecapi, gambang , peking, Demung, jenglong, yang bisa memainkan semua laras baik Pelog atau Salendro.

Dilengkapi minimal satu orang juru kawih (Sinden/Penyanyi) juga Alok/Juru Kawih pria yang biasanya merangkap narator (Dalang/Alok/MC) upacara adat.

Dilihat dari komposisi pengisi acaranya biasanya lebih lengkap, baik jenis tarian, jumlah penari, seperti penari merak, badaya, pembawa payung agung dan payung kancana ditambah penari Rama dan Shinta. 

2. Upacara adat sunda minimalis
Banyak pertimbangan mengapa upacara adat sunda dijadikan simpel, selain untuk meminimalisir jumlah budget yang harus dikeluarkan, durasi pementasan, juga ternyata pertimbangan sempitnya tempat digelarnya acara ini menjadi pertimbangan penting.

Upacara adat pernikahan sunda ini biasanya hanya mempergunakan Gendang, Suling, Kecapi , Gong namun tetap bisa memainkan laras pelog dan salendro, dengan satu orang juru kawih (Sinden/Penyanyi) dan satu orang juru kawih pria (Dalang/Alok/MC) yang menjadi narator dalam pagelaran upacara adat.

Sedangkan untuk team upacara adat disesuaikan dengan tugas pentingnya saja baik jumlah maupun jenis tariannya seperti penari merak, badaya, pembawa payung agung dan kancana dan untuk posisi léngsér tetap bisa dengan Ambu atau hanya Ki Léngsér-nya saja. 

Contoh Video Mapag Pangantén Minimalis 
Judul: Mapag Pangantén selalu ada yang lucu
Magap Panganten

Judul: Kacapi Suling Upacara Adat Minimalis
Mapag panganten

3. Upacara adat pernikahan sunda Pencak silat
Semua materinya sama dengan point 1 dan 2, yang membedakannya hanya musik pengiring yaitu menggunakan instrument/gamelan ciri khas pencak silat ditambah juru kawih (Sinden) dan juru kawih pria/narator (Dalang/Alok/MC).

Tips lainnya
- Tentukan pilihannya apakah akan menggunakan Kesenian Upacara Adat Pernikahan Sunda lengkap, simple atau upacara adat pernikahan sunda Pencak silat karena selain pertimbangan budget seperti telah diuraikan diatas juga masalah tempat dan waktu yang harus juga diperhitungkan.

- Kapan kesenian upacara adat pernikahan akan dilangsungkan, apakah pada saat kedatangan calon mempelai pria (Seserahan) atau setelah akad nikah ?. Hal ini sangat penting menyangkut kepentingan semua pihak terutama petugas KUA yang biasanya waktu-waktu tertentu kegiatannya sangat padat.

- Pilihlah group kesenian upacara adat pernikahan sunda yang benar-benar menguasai bidangnya, tepat waktu, bisa melayani bukan minta dilayani, menjaga nilai etika dan estetika terutama nilai-nilai keSundaan. Dan lebih baik datangi langsung ketua atau pimpinan group tersebut dan bicarakan segalanya secara terbuka.

Demikian semoga bermanfaat dan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Warrohmatuloh Wabarokatuh.

Sebelumnya
« Prev Post
Berikutnya
Next Post »

Artikel terkait

2:33:00 PM