Jasa Sedot WC Bandung

Harus Tahu Sejarah Karinding

Posted by Simawar Enterprise on

Assalamualaikum Warrohmatuloh Wabarokatuh
Satu buah KARINDING sudah ada di rumah saya diantarkan langsung oleh pembuat sekaligus pimpinan PPSI Pusaka Sera Anggacarang Bandung Kang Hema Brata.Inilah yang membuat lebih tertarik dan merasa penasaran meskipun saya sendiri Pituin/asli orang sunda,pada saat itulah pertama kali melihat langsung,memegang dan merasakan Karinding.

Meskipun kita semua sudah tahu ataupun minimal pernah mendengar bahwa salah satu alat seni/kesenian sunda Buhun/Karuhun yang sangat unik,sederhana namun dibutuhkan keahlian khusus dalam memainkannya salah satunya Karinding. 

Sejarah Karinding
Konon Karinding usianya lebih tua dari Kecapi yaitu diketemukan sekitar 6 abad yang lalu,sedangkan Kecapi sekitar 500 Tahun yang Lampau.
Awal mulanya Karinding dipergunakan hanya untuk mengusir hama oleh para petani disawah ladang mereka karena menghasilkan bunyi tertentu yang cenderung Low Decible yang tergantung cara memainkannya dan mungkin secara tidak "Sadar" karena belum mengenal Teknologi dalam cara pembuatannya pada jaman itu yang kita tahu bahwa batas pendengaran manusia adalah antara Frekwensi 20hz sampai dengan 20khz,sebagai ilustrasi:

-Infrasonic adalah bunyi yang frekwensinya dibawah 20hz.
Yang bisa mendengarnya jangkrik,lumba-lumba,kelelawar/cocodot,gajah merpati dll.
-Audiosonic adalah bunyi yang frekwensinya 20hz-20kh.
Inilah batas range pendengaran Manusia.
-Ultrasonic adalah bunyi yang frekwensinya lebih dari 20khz
Yang bisa mendengarkannya Kucing,anjing,tikus,gajah,belalang dll.

Namun dalam perkembangannya pada masa itu Karinding dijadikan pula sebagai pengiring ritual upacara adat,nga-rajah,pantun dan Celempungan,bahkan pada masa itu dijadikan pula TREND anak muda sehinngga kaum Pria/Jejaka mempunyai nilai lebih dimata kaum Wanita/Gadis apabila pandai memainkan alat musik ini.
Material yang digunakan untuk membuat karinding (di wilayah Jawa Barat), ada dua jenis: pelepah kawung dan bambu. Jenis bahan dan jenis disain bentuk karinding ini menunjukan perbedaan usia, tempat, dan sebagai perbedaan gender pemakai. Semisal bahan bambu yang lebih menyerupai susuk sanggul, ini untuk perempuan, karena konon ibu-ibu menyimpannya dengan di tancapkan disanggul.

Sedang yang laki-laki menggunakan pelapah kawung dengan ukuran lebih pendek, karena biasa disimpan di tempat mereka menyimpan tembakau. Tetapi juga sebagai perbedaan tempat dimana dibuatnya, seperti di wilayah priangan timur, karinding lebih banyak menggunakan bahan bambu karena bahan ini menjadi bagian dari kehidupannya. 
Karinding umumnya berukuran: panjang 10 cm dan lebar 2 cm. Namun ukuran ini tak berlaku mutlak; tergantung selera dari pengguna dan pembuatnya,karena ukuran ini sedikit banyak akan berpengaruh terhadap bunyi yang diproduksi.

Karinding terbagi menjadi tiga ruas: ruas pertama menjadi tempat mengetuk karinding dan menimbulkan getaran di ruas tengah. Di ruas tengah ada bagian bambu yang dipotong hingga bergetar saat karinding
diketuk dengan jari. Dan ruas ke tiga (paling kiri) berfungsi sebagai pegangan.

Cara Memainkan Karinding
Cara memainkan karinding cukup sederhana, yaitu dengan menempelkan ruas tengah karinding di depan mulut yang agak terbuka, lalu memukul atau menyentir ujung ruas paling kanan karinding dengan satu jari hingga “jarum” karinding pun bergetar secara intens. Dari getar atau vibra “jarum” itulah dihasilkan suara yang nanti diresonansi oleh mulut. Suara yang dikeluarkan akan tergantung dari rongga mulut, nafas, dan lidah. Secara konvensional
Nada atau pirigan dalam memainkan karinding ada empat jenis, yaitu: 
1.Tonggeret
2.Gogondangan
3.Rereogan
4.Iring-iringan.
Gianjar, peneliti karinding dari Komunitas Kabumi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), memaparkan sebenarnya Karinding ada dimana mana. Bahannya ada yang dari kawung dan bambu. ” Kalau yang dari bambu biasanya khas dari Garut, nah kalau yang dari kawung ini yang khas Cineam. Ada juga yang mengatakan lagi kalau yang kawung ini untuk cowok, dan yang bambu untuk cewek,” tambah pria yang juga perajin pisau ini.

Hanya satu kunci nada yang bisa dimainkan Karinding. Oleh karena itu, Karinding mesti dipadukan dengan alat-alat musik tradisional (seperti angklung dan celempungan) untuk menghasilkan harmonisasi nada. Nada Karinding sangat ringan dan rendah. Memiliki empat bagian, yaitu:
-Bagian jarum tempat keluarnya nada yang disebut buntut lisa, lalu buntut sebagai pegangan.
-Bagian tengah yang disebut pahul berfungsi untuk mempercepat getaran dan bagian ujung yang disebut hulu sebagai sumber getaran. Hulu jika dipukul oleh tangan akan menggerakan buntut lisa. Sim salabim, keluarlah nada dari alat Karinding.
Beberapa sumber mengatakan bahwa karinding pun bukan hanya ada di Jawa Barat atau priangan saja, melainkan dimiliki berbagai suku atau daerah di tanah air, bahkan berbagai suku di bangsa lain pun memiliki alat musik ini–hanya berbeda namanya saja.
-Di Bali bernama genggong 
-Jawa Tengah menamainya rinding
-karimbi di Kalimantan dan beberapa tempat di “luar” menamainya dengan zuesharp ( harpanya dewa Zues). Dan istilah musik modern biasa menyebut karinding ini dengan sebutan harpa mulut (mouth harp). Dari sisi produksi suara pun tak jauh berbeda, hanya cara memainkannya saja yang sedikit berlainan; ada yang di trim (di getarkan dengan di sentir), di tap ( dipukul), dan ada pula yang di tarik
dengan menggunakan benang.

Sedangkan karinding yang di temui di tataran Sunda dimainkan
dengan cara di tap atau dipukul.
Itulah sejarah seputar Karinding yang saya rangkum dari berbagai sumber,yang mudah-mudahan dapat meningkatkan kembali rasa mencintai dan memiliki terhadap seni budaya asli Bangsa ini.
Dalam hal ini saya merasa Rue-eus/Bangga karena masih ada seniman-seniman muda yang mulai menggali kembali seni budaya Sunda Buhun,yang mudah-mudahan dapat meningkatkan pula rasa Ke-Sunda-an nya.
Ulah ringrang komo hariwang,urang Sunda masih Tandang.
Wassalamualaikum Wrrohmatuloh Wabarokatuh.
Sumber:-http://batujajarrepublik.wordpress.com
                 - http://wangatuakulon.wordpress.com
                  -http://resep.blogwalking.web

Previous
« Prev Post

Related Posts

14.15.00