Alhaadid Jaya Optikal
Home » » Kapan Mulainya Ramadhan ,Mau Mengikuti Rukyat Atau Cara Hisab ?.

Kapan Mulainya Ramadhan ,Mau Mengikuti Rukyat Atau Cara Hisab ?.

Written By Deni Koswara on Wednesday, May 24, 2017 | 12:45:00 AM

Assalamu’alaikum Warrohmatuloh Wabarokatuh
http://www.mawarnada.com
Tidak semua Umat Muslim di Indonesia memahami bagaimana cara menentukan awal Shaum Ramadhan dan penetapan 1 Syawal (Iedul Fitri) termasuk penulis :D , tentu semua harus dilakukan oleh orang ahlinya dan memahami segala seluk beluk ilmu Ru’yatul Hilal ataupun ilmu Hisab.

Namun mengapa perbedaan penetapan awal Ramadhan tiap tahun harus selalu terjadi? (Semoga tahun ini tidak), apakah tidak bisa semua orang yang ahli dan menguasai masalah ini untuk bersatu, mufakat dan kompromi demi kesatuan dan kemasalahatan Umat Islam di Indonesia yang hampir tiap tahun mengalami hal serupa.

Saya selaku umat muslim yang awam dalam masalah ini dan mungkin rakyat Muslim lain di Indonesia (Rakyat Jumhur ?), yang kebetulan tidak mengikuti organisasi ataupun ormas manapun selalu menunggu dan mencari tahu kapan dimualinya awal Ramadhan?.

Memang ini adalah masalah keyakinan, akan tetapi mengapa hanya pada penetapan awal Ramadhan dan Iedul Fitri saja hal ini terjadi, karena untuk hari besar lain seperti Iedul Adha masalah di atas tidak terjadi,apakah ini efek Demokrasi sehingga setiap orang, organisasi ataupun ormas bisa bebas menentukan,menetapkan dan mengumumkan, bagaimana kalau nanti setiap orang ataupun masjid melakukan hal serupa?.

Namun mudah-mudahan semua perbedaan ini dapat disikapi dengan cerdas oleh semua Umat Muslim di Indonesia dengan tetap menjaga Silaturahim dan Ukuwah Islamiyah, karena semua cara yang dilakukan dalam menentukan awal Ramadhan ini tentu dengan dasar ke-Ilmu-an dan dalilnya masing-masing.

Namun alangkah indahnya bila saat ini kedepannya dilaksanakan penuh dengan kebersamaan, keseragaman dengan satu visi kesatuan dan persatuan umat Muslim di Indonesia, menjujung tinggi silaturahmi dan ukuwah Islamiyah,jangan sampai hal kecil dimasayarakat saat ini terjadi seperti :

- Salah satu keluarga menelpon keluarga lain di luar daerah ataupun beda kelurahan hanya menanyakan “kapan disana mulai Shaum Ramadhan”, padahal masih di Indonesia, satu kesatuan Waktu Indonesia Barat (WIB).
- Pimpinan perusahaan yang beda agama bertanya “Pak.hari ini puasa tidak ?, kok ormas Islam ANU hari ini sudah puasa”, duh..sesama umat Islam bisa beda ya.
- Kebiasaan budaya menyambut awal Shaum (Munggah), yang tertangguhkan,...kasihan Ibu-Ibu, kapan masaknya .ya.
- Umat Muslim di bagian Timur Indonesia yang mungkin terlalu malam menunggu keputusan.
- Kejadian real, tadi sore istriku sms anaku yang beda kelurahan menanyakan “Kapan disana mulainya Shaum Ramadhan”, soalnya tadi sore kirim makanan tanda Munggahan sudah dilakukan.

Dan mungkin masih banyak hal lain yang terjadi di masyarakat yang mudah-mudahan Insyaallah tahun depan tidak terjadi lagi karena yakin semua bisa dipersatukan baik oleh pemerintah, para Alim Ulama, para ahli dan cendekiawan Muslim, meskipun setiap tahun keluarga-ku selalu mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah, sesuai dalam Al Quran :

يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَ أَطِيعُوا الرَّسولَ وَ أُولى الأَمْرِ مِنكمْ فَإِن تَنَزَعْتُمْ فى شىْ‏ءٍ فَرُدُّوهُ إِلى اللَّهِ وَ الرَّسولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَ الْيَوْمِ الاَخِر

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri kalian. Jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (An-Nisa’: 59).

Saya kira ini adalah media yang tepat untuk menyampaikan semua masalah ini, karena kami yakin semua yang terlibat dalam masalah ini sudah lebih dahulu tahu dan menyadari semua permasalahan dimasyarakat khususnya umat Islam di Indonesia.

Mohon ma'af bila ada hal yang kurang berkenan, karena ini adalah suara rakyat yang selalu merindukan ketenangan, ketentraman dalam segala hal diluar kepentingan individu apalagi kelompok,terimakasih.
Wassalamu'alaikum Warrohmatuloh Wabarokatuh.

Artikel Menarik Lainnya:

0 komentar:

Post a Comment

Koreksi atau saran silahkan masukan pada kolom komentar,mohon tidak mencantumkan link aktif